Denah yang baik membuat pengunjung betah berkeliling, tenant mendapat perhatian yang merata, dan keadaan darurat dapat ditangani dengan cepat. Denah yang buruk menciptakan kemacetan, sudut mati, dan keluhan. Merancang denah dimulai dari grid sederhana.
Sesi 1Mulai dengan grid
Gambar area acara di kertas berpetak atau perangkat lunak, misalnya satu kotak mewakili satu meter persegi. Tandai pintu masuk, keluar, sumber listrik, toilet, dan area yang tidak dapat dipakai.
Ukuran booth standar memudahkan penataan dan perhitungan harga sewa.
Sesi 2Merancang alur pengunjung
Tentukan rute utama yang membawa pengunjung melewati sebanyak mungkin booth tanpa terasa dipaksa. Letakkan daya tarik utama seperti panggung atau area makanan di bagian dalam agar pengunjung berjalan melewati area lain.
Hindari jalan buntu yang membuat pengunjung harus berbalik arah di tengah keramaian.
Sesi 3Lebar lorong dan fasilitas
Lorong utama harus cukup lebar untuk arus dua arah, kursi roda, dan stroller. Tempatkan tempat sampah, tempat duduk, dan titik informasi secara merata.
Pisahkan area antrean makanan dari lorong utama agar tidak menghambat arus.
Sesi 4Jalur darurat
Jalur evakuasi dan pintu darurat harus selalu bebas hambatan dan diberi tanda yang jelas. Konsultasikan denah dengan pengelola gedung dan petugas keselamatan setempat.
Cetak denah sederhana untuk pengunjung dan petugas, serta pasang di beberapa titik strategis.